top of page
Search

Generasi Muda Dorong Agribisnis Kreatif: Universitas Janabadra Gelar Kuliah Praktisi Bertema Pengembangan Pertanian Berkelanjutan

  • Writer: Mr. Admin
    Mr. Admin
  • Jul 23, 2025
  • 2 min read

Yogyakarta, 20 Februari 2025 — Fakultas Pertanian Universitas Janabadra Yogyakarta sukses menyelenggarakan Kuliah Dosen Praktisi dengan tema “Pengembangan Agribisnis Kreatif sebagai Solusi Pengembangan Sektor Pertanian bagi Generasi Muda/Milenial”, Kamis (20/2) di Ruang Eksekutif lantai 2 kampus setempat. Acara ini menghadirkan Sidiq Hanapi, S.P., M.Sc., praktisi agribisnis sekaligus akademisi, sebagai narasumber.

Kuliah ini dibuka oleh Dekan Fakultas Pertanian, Dr. Retno Lantarsih, S.P., M.P., serta mendapat sambutan hangat dari Rektor Universitas Janabadra, Dr. Risdiyanto, S.T., M.T. Sebanyak 67 peserta, terdiri dari mahasiswa, dosen, dan pelaku agribisnis muda, hadir dalam kegiatan yang dipandu oleh moderator Ir. Cungki Kusdarjito, M.P., Ph.D.


Transformasi Pertanian Lewat Kreativitas Generasi Milenial

Dalam pemaparannya, Sidiq Hanapi menyoroti fenomena meningkatnya ketertarikan generasi muda untuk kembali ke desa dan membangun pertanian dengan cara yang lebih kreatif dan berkelanjutan. Meski sebelumnya 55,01% generasi milenial lebih memilih tinggal di kota, tren ini perlahan bergeser.

“Generasi muda tidak hanya kembali, tetapi juga diharapkan membangun komunitas yang berinovasi dalam rantai agribisnis dari hulu ke hilir,” tegas Sidiq. Ia menjelaskan bahwa agribisnis kreatif berbasis teknologi dan kewirausahaan dapat menjadi solusi menarik bagi anak muda yang selama ini memandang sektor pertanian sebagai kurang menguntungkan.

Menurutnya, dukungan kebijakan pemerintah sangat penting untuk menjamin keuntungan yang lebih adil bagi petani, seperti pengendalian harga komoditas agar lebih stabil. “Saat ini Indonesia masih mengandalkan mekanisme pasar bebas. Kita bisa belajar dari Thailand yang sudah punya sistem kontrol harga untuk menekan inflasi dan meningkatkan daya tarik pertanian,” tambahnya.

Mendorong Konsep Brain Gain dan Pembangunan Desa

Konsep brain gain juga diangkat sebagai strategi pembangunan desa, yakni mengajak kembali individu berpendidikan dan produktif untuk berkontribusi di kampung halamannya. Hal ini relevan dengan teori pembangunan berorientasi lokal yang menekankan pada pemanfaatan modal manusia dan inovasi sebagai faktor utama.

Sidiq menekankan bahwa teknologi di pedesaan yang masih rendah tidak menjadi hambatan jika dibarengi kemauan belajar, kreativitas, dan pembinaan soft skill. Program mentoring, coaching, serta penetapan tujuan personal yang jelas akan membantu generasi muda berperan aktif dalam meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus membawa dampak positif bagi masyarakat luas.


Mengoptimalkan Rantai Pasok untuk Keberlanjutan

Sebagai penutup, disimpulkan bahwa keberlanjutan agribisnis harus dihitung melalui efisiensi produksi, pemanfaatan optimal sumber daya, serta analisis dampak lingkungan dan ekonomi. Masih banyak peluang di sektor hulu yang belum tergarap maksimal, sementara sebagian besar perhatian saat ini justru tertuju pada sektor hilir karena nilai tambahnya yang lebih tinggi.

“Mengembangkan sektor hulu tetap krusial untuk menjaga keberlanjutan industri agribisnis secara keseluruhan,” pungkas Sidiq.

Dengan diselenggarakannya kuliah ini, Universitas Janabadra berharap dapat menginspirasi lebih banyak generasi muda untuk berpartisipasi aktif dalam pembangunan pertanian yang modern, inklusif, dan berkelanjutan, demi kesejahteraan masyarakat desa dan ketahanan pangan nasional.


Kontak Media:

Humas Universitas Janabadra Yogyakarta

Telepon/wa: 085842770576

 
 
 

HUBUNGI KAMI

Telp: 081233323635
Email: agribisnisujb@janabadra.ac.id

  • Instagram
  • TikTok

ALAMAT

Fakultas Pertanian

Universitas Janabadra
Jl. Tentara Rakyat Mataran No.55-57

Kota Yogyakarta, D.I. Yogyakarta

Copyright © Fakultas Pertanian. All rights reserved.

bottom of page